Miris, Hampir Semua Pengobatan Covid19 Yang Pernah Diberikan Di Indonesia Terbukti Tidak Bermanfaat

Spread the love

 

Miris, Hampir Semua Pengobatan Covid19 Yang Pernah Diberikan Di Indonesia Terbukti Tidak Bermanfaat

Sandiaz Yudhasmara, Widodo Judarwanto

Miris, hampir semua pengobatan yang direkomendasikan dan digunakan masyarakat Indonesia baik yang diberikan oleh klinisi, diberikan oleh regulasi penyelenggara negara seperti pavipiravir (avigan), remdecivir, imuno modulator, plasma konvalesen, azitromicyn, ivermectin, vitamin D,C dan Zinc dan sebagainya ternyata tidak ada satupun yang direkomendasikan oleh WHO. Karena, sampai saat ini tidak satu obat antibiotika, antivirus dan anti mikroba atau pemberian suplemen mikronutrien lainnya secara ilmiah dalam penelitian terakhir terbukti bermanfaat menyembuhkan covid-19. Selama ini telah dilakukan pengamatan klinis terhadap 24 pengobatan yang paling sering digunakan di seluruh dunia untuk covid19. Ternyata tidak satupun bermanfaat secara klinis. Bahkan Remdecivir satu-satunya obat antivirus yang pernah disetujui FDA atau CDC akhirnya tidak disetujui WHO karena dalam penelitian luas tak terbukti bermanfaat menyembuhkan covid19 dalam tingkat keparahan penyakit covid19 apapun. 

Pandemi Covid-19 adalah salah satu tantangan terbesar kedokteran modern yang pernah dihadapi. Dokter dan ilmuwan berebut untuk menemukan perawatan dan obat-obatan yang dapat menyelamatkan nyawa orang yang terinfeksi dan bahkan mungkin mencegah mereka jatuh sakit.

Terdapat daftar terbaru dari 24 pengobatan yang paling banyak dibicarakan yang digunakan pada virus corona. Sementara beberapa mengumpulkan bukti bahwa mereka efektif, sebagian besar masih pada tahap awal penelitian. Juga disertakan peringatan tentang beberapa yang hanya susun. Daftar 24 pengobayan itu adalah Remdecivir, Faviparin, Hidroklorokuin, REGEN COv, Kloroquin, Remdecivir, imunomudalotor, azitromicin , Rekombinan ACE-2, Oleandrin , lopinavir, Ritonavir, plasma konvalescen, deksametason, interveron, Sitokin inhibitor, stem sel, anti koagulan dan lain lain

Dari sekian banyak terapi dan penelitian obat untuk Covid19 khususnya 24 terapi obat yang banyak digunakan masyarakat di dunia itu sedang diteliti. Sampai saat ini belum ada obat untuk Covid-19 yang bermanfaat dan efektif secara ilmiah yang disetujui WHO. Hanya satu pengobatan, obat yang disebut remdesivir, yang telah disetujui oleh F.D.A. untuk penyakit ini, dan penelitian menunjukkan itu mungkin hanya memberikan manfaat sederhana bagi pasien. F.D.A. telah memberikan otorisasi penggunaan darurat untuk perawatan lain, beberapa di antaranya belum didukung oleh hasil uji klinis acak skala besar. Para ilmuwan juga mempelajari berbagai perawatan potensial lainnya, tetapi sebagian besar masih dalam tahap awal penelitian. Meskipun penelitian meta analisis yang dilakukan oleh mitra WHO, disebutkan bahwa Remdicivir tidak bermanfaat bagi pengobatan covid dalam tingkat keparahan apapun..

Baca  Terinfeksi Coronavirus (2019-nCoV) Bisa Tanpa Gejala Tapi Bisa Jadi Sumber Penularan

Daftar ini memberikan gambaran tentang penelitian terbaru tentang virus corona, tetapi bukan merupakan dukungan medis. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda tentang perawatan untuk Covid-19.

Label  kriteria Penggunaan Obat Covid19 di dunia

Penggunaan Label kriteria efektifitas, keamanan dan  rasionalitas penggunaan obat menurut bukti ilmiah

  • DISETUJUI WHO Dalam merekomendasikan vaksin atau obat untuk penanganan Covid19 biasanyan WHO mengeluarkan rekomendasi atau Persetujuan Penggunaan Obat dalam Kondisi Darurat (Emergency Use Authorization) berdasarkan penelitian ilmiah manfaat, efektifitas dan kelayakan obat atau vaksin untuk digunakan manusia
  • DISETUJUI FDA  The United States Food and Drug Administration ( FDA atau USFDA ) adalah agen federal dari Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan . FDA bertanggung jawab untuk melindungi dan mempromosikan kesehatan masyarakat melalui kontrol dan pengawasan keamanan pangan , produk tembakau , suplemen makanan , resep dan obat – obatan farmasi yang dijual bebas (obat), vaksin , biofarmasi , transfusi darah , peralatan medis ,perangkat pemancar radiasi elektromagnetik (ERED), kosmetik, makanan & pakan hewan dan produk hewan .
  • BANYAK DIGUNAKAN: Perawatan ini telah digunakan secara luas oleh dokter dan perawat untuk merawat pasien yang dirawat di rumah sakit karena penyakit yang memengaruhi sistem pernapasan, termasuk Covid-19.
  • BUKTI MENJANJIKAN: Bukti awal dari studi pada pasien menunjukkan efektivitas, tetapi penelitian lebih lanjut diperlukan. Kategori ini mencakup pengobatan yang telah menunjukkan perbaikan dalam morbiditas, mortalitas dan pemulihan dalam setidaknya satu uji coba terkontrol secara acak, di mana beberapa orang mendapatkan pengobatan dan yang lain mendapatkan plasebo.
  • BUKTI TENTATIF ATAU CAMPURAN: Beberapa perawatan menunjukkan hasil yang menjanjikan pada sel atau hewan, yang perlu dikonfirmasi pada manusia. Yang lain telah menghasilkan hasil yang menggembirakan dalam studi retrospektif pada manusia, yang melihat data yang ada daripada memulai percobaan baru. Beberapa perawatan telah menghasilkan hasil yang berbeda dalam eksperimen yang berbeda, meningkatkan kebutuhan akan studi yang lebih besar dan dirancang lebih ketat untuk menjernihkan kebingungan.
  • TIDAK MENJANJIKAN: Bukti awal menunjukkan bahwa perawatan ini tidak berhasil.
  • PSEUDOSCIENCE ATAU PENIPUAN: Ini bukan perawatan yang pernah dipertimbangkan oleh para peneliti untuk digunakan untuk Covid-19. Para ahli telah memperingatkan agar tidak mencobanya, karena mereka tidak membantu melawan penyakit dan malah bisa berbahaya. Beberapa orang bahkan telah ditangkap karena janji palsu mereka tentang penyembuhan Covid-19.
  • BUKTI DALAM SEL, HEWAN atau MANUSIA: Label ini menunjukkan dari mana asal bukti pengobatan. Para peneliti sering memulai dengan eksperimen pada sel dan kemudian beralih ke hewan. Banyak dari eksperimen hewan itu sering gagal; jika tidak, peneliti dapat mempertimbangkan untuk beralih ke penelitian pada manusia, seperti studi retrospektif atau uji klinis acak. Dalam beberapa kasus, para ilmuwan sedang menguji pengobatan yang dikembangkan untuk penyakit lain, yang memungkinkan mereka untuk pindah langsung ke uji coba manusia untuk Covid-19.
loading...

www.obatonline.com

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2020, www.obatonline.com INFO ONBAT INDONESIA,  Information Education Network. All rights reserved

 

Материалы по теме:

PERLUKAH ANTIBIOTIKA UNTUK DEMAM ?
“PEMBERIAN ANTIBIOTIKA : DIBERI ATAU TIDAK ?”
Baca  Terapi Anti Virus Infeksi Covid19 Pilihan dan Dalam Penelitian Lainnya
Dr Widodo Judarwanto pediatrician Pemberian antibiotika berlebihan pada anak tampaknya memang semakin meningkat dan semakin mengkawatirkan.. Pemberian antibiotika berlebihan ...
BPOM: Penelitian Kombinasi Obat Covid-19 Unair Belum Valid, Izin Edar Masih Jauh
Heboh temuan kombinasi obat baru covid-19 yang sudah terburu buru diungkapkan di kalangan luas oleh  pemerintah khsusnya BIN, TNI AD dan Unair yang menjadi ...
Penderita Pnemonia Covid19, 13% Tidak Mengalami Gejala Awal Demam.
Widodo judarwanto, Audi yudhasmara Shuchang Zhou dkk peneliti telah mengamati 62 penderita di Wuhan, Cina, dengan pneumonia penyakit yang dikonfirmasi laboratorium (COVID-19) dan menjelaskan fitur ...
15 Penyebab Muntah dan 15 Obat Muntah Pada Bayi
Penyebab Muntah dan Obat Muntah Pada Bayi Muntah adalah suatu gejala bukan merupakan sebuah penyakit. Gejala ini berupa keluarnya isi lambung dan usus melalui mulut ...
Terapi Anti Virus Infeksi Covid19 Pilihan dan Dalam Penelitian Lainnya
Widodo Judarwato. Audi Yudhasmara Pandemi Covid-19 adalah salah satu tantangan terbesar yang pernah dihadapi pengobatan modern. Para dokter dan ilmuwan berebut menemukan pengobatan dan obat ...
Baca  7 Obat Anti Virus Covid19 dan Bukti Ilmiah Berbasis Bukti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *