INFO OBAT INDONESIA

Manfaat Luar Biasa Bawang Dayak (Eleutherine Palmifolia) Bagi Kesehatan

wp-1582111138963.jpgBawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) adalah tanaman asli dari Kalimantan Indonesia, yang telah digunakan secara turun-temurun sebagai obat tradisional di masyarakat Dayak. Secara empiris, bawang Dayak telah digunakan oleh masyarakat setempat untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, bisul, sembelit, stroke, dan juga sebagai minuman herbal untuk ibu nifas. Bagian utama dari bawang Dayak yang banyak digunakan adalah umbi dalam bentuk umbi segar, bawang kering, acar, atau bubuk (Galingging 2009). Memang, potensi bawang Dayak sebagai obat multi-fungsi alami memiliki praktik penyembuhan yang luas. Baru-baru ini, dkk menulis tinjauan kepustakaan secara ilmiha yang sangat baik tentang Eleutherine bulbous sebagai obat tradisional. Oleh karena itu, penting untuk mengeksplorasi bawang Dayak untuk manfaat terapi yang lebih banyak.

Bawang sabrang atau bawang dayak adalah salah satu species bawang yang berasal dari Amerika. Tanaman ini banyak tumbuh di daerah pegunungan dengan tinggi antara 600–1500 m dpl. Bawang sabrang menyukai tempat-tempat terbuka dengan tanah yang banyak humus dan lembab. Bagian tumbuhan yang ditanam adalah umbinya. Bawang sabrang tumbuh liar dihutan, dengan bunga berkelopak lima bewarna putih dan hanya tumbuh saat gelap. Daun bawang sabrang berbentuk pita dengan panjang antara 15–20 cm dan lebar 3–5 cm serta mirip tanaman palem. Umbi ini bawang sabrang banyak digunakan untuk obat. Biasanya digunakan untuk mengobati kanker, jantung, antiradang, anti pendarahan serta untuk meningkatkan imunitas atau sistem kekebalan tubuh. Bawang sabrang memiliki daun panjang dan beralur mirip dengan anggrek tanah. Umbi berbentuk bulat telur, berwarna merah serta tidak berbau. Umbi ini juga dapat mengobati sembelik, disentri, bisul, luka, kanker payudara, diabetes, hipertensi, muntah, penyakit kuning dan hiperkolesterol. Selain dikenal dengan nama bawang sabrang atau bawang dayak masyarakat kita juga menyebut tanaman ini dengan nama bawang hutan atau bawang kabe.

Dahsyatnya Manfaat Bawang Dayak Bagi kesehatan

Efek penyembuhan bawang Dayak mungkin karena senyawa aktifnya. Umbi bawang Dayak telah dilaporkan memiliki beberapa bioaktivitas, termasuk antiacne (Syamsul dkk. 2015), antimitotik (Efendi dkk 2015), antijamur (Diana dkk 2014), dan juga antioksidan (Nur 2011; Kuntorini dkk. 2016). Skrining fitokimia pada ekstrak etanol bawang Dayak telah mengindikasikan bahwa ia mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, naphthoquinones, antrakuinon, alkaloid, saponin, tanin, triterpenoid dan steroid (Kuntorini & Laurentius 2010; Mierza dkk 2011).

Aktivitas antimikroba dari bawang Dayak juga telah dilaporkan. Puspadewi dkk. (2013) telah meneliti efektivitas ekstrak etanol dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Studi yang berbeda menunjukkan bahwa ekstrak etanol dari umbi bawang Dayak mampu menghambat pertumbuhan Streptococcus pyogenes (Kamillah 2014), Salmonella typhi (Naafi’ah 2014), dan Escherichia coli (Amanda 2014). Namun, studi tersebut terutama menggunakan ekstrak etanol dari umbi. Karena tidak semua senyawa bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri larut dalam pelarut polar seperti etanol, oleh karena itu perlu untuk mengeksplorasi metode ekstraksi menggunakan polaritas pelarut yang berbeda. Pemilihan polaritas pelarut yang berbeda diharapkan dapat memperoleh pelarut terbaik untuk ekstraksi senyawa antibakteri dari bawang Dayak.

Nama bawang Dayak diambil dari Suku Dayak asli Pulau Kalimantan yang sudah sejak lama membudidayakan umbi-umbian ini untuk obat alami berbagai penyakit. Bawang ini punya nama lain bawang berlian, bawang sabrang, dan bawang tiwai. Nama latin bawang Dayak adalah Eleutherine palmifolia (L.) Merr atau Eleutherine bulbosa Mill. Penampilannya tidak berbeda jauh dari bawang merah biasa, hanya saja ukuran umbi bawang sabrang lebih kecil, warnanya lebih merah terang menyala, dan permukaan kulitnya lebih licin.

Penelitian Ilmiah Kehebatan Bawang Dayak

Anti Bakteria

  • Aktivitas antibakteri bawang Dayak asli (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) diselidiki. Bawang Dayak diekstraksi dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan etanol 96% berturut-turut. Setiap ekstrak diuji oleh Tiara Dini Harlita dkk untuk melihat aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus (MRSA) yang resisten terhadap methicillin, Bacillus cereus, Shigella sp., Dan Pseudomonas aeruginosa menggunakan metode difusi cakram. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol 96% secara positif menghambat pertumbuhan MRSA, B. cereus, Shigella sp., Dan P. aeruginosa. Aktivitas penghambatan tertinggi dari masing-masing ekstrak diperoleh dengan 10 mg / mL konsentrasi ekstrak; sedangkan konsentrasi hambat minimum (MIC) dari masing-masing ekstrak adalah 2 mg / mL. Ekstrak dengan aktivitas penghambatan tertinggi adalah ekstrak etil asetat terhadap B. cereus (139,58%). Evaluasi TLC ekstrak etil asetat menunjukkan empat bintik-bintik dan bioautografi menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat mengandung empat jenis senyawa dengan aktivitas penghambatan terhadap B. cereus, di mana dua senyawa memiliki aktivitas antibakteri yang lebih tinggi daripada dua lainnya. Hasil penelitian berdasarkan skrining fitokimia, metabolit sekunder menunjukkan kandungan yang ada dalam ekstrak n-heksana adalah steroid, ekstrak etil asetat adalah alkaloid dan steroid, dan dalam etanol 96% ekstrak adalah flavonoid, triterpenoid, dan tanin. Ekstrak n-heksana, etil asetat, dan etanol 96% dari bawang Dayak memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen, khususnya MRSA, B. cereus, Shigella sp., Dan P. aeruginosa dengan aktivitas penghambatan tertinggi dicapai pada konsentrasi 10 mg / mL. Konsentrasi penghambatan minimum ekstrak terhadap MRSA, B. cereus, Shigella sp. dan P. aeruginosa adalah 2 mg / mL. Aktivitas penghambatan tertinggi diperoleh dari ekstrak etil asetat terhadap B. cereus dengan 139,58% aktivitas penghambatan. Ekstrak etil asetat memberikan empat bercak dalam KLT yang dielusi dengan kloroform 100%. Nilai Rf adalah 0,29, 0,42, 0,62, 0,84 pada λ254 nm; dan 0,18, 0,36, 0,67, 0,90 pada λ366 nm. Hasil bioautografi menunjukkan bahwa keempat bintik memiliki aktivitas antibakteri terhadap B. cereus. Senyawa dengan nilai Rf 0,37 dan 0,56 memiliki aktivitas penghambatan bakteri yang lebih tinggi daripada senyawa dengan nilai Rf 0,18 dan 0,13.
  • Sebuah penelitian terbitan tahun 2018 dari kolaborasi antara tim peneliti dari Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan Politeknik Kesehatan Kemenkes Kalimantan Timur melaporkan bahwa bawang Dayak kaya akan sejumlah antioksidan seperti flavonoid, alkaloid, saponin, triterpenoid, steroid, dan tannin.
  • Deretan antioksidan di atas bekerja efektif untuk menghambat dan mematikan pertumbuhan virus, bakteri, serta jamur penyebab penyakit. Penelitian di atas secara spesifik menemukan bahwa bawang sabrang paling efektif melawan bakteri Staphylococcus aureus (MRSA), B. cereus, Shigella sp., and P. aeruginosa.
  • Bakteri Staph, MRSA, dan P. aeruginosa adalah beberapa contoh bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Staph dan MRSA dapat menyebabkan banyak penyakit mulai dari infeksi kulit, sepsis, pneumonia, hingga infeksi darah. Pseudomonas aeruginosa (P. aeruginosa) adalah penyebab ISK, pneumonia, dan infeksi ginjal, sementara Shigella sp adalah bakteri penyebab infeksi shigellosis dan disentri.
  • Penelitian tersebut juga memperkuat temuan terdahulu dari Universitas Jenderal Achmad Yani yang melaporkan hal serupa. Tim peneliti Universitas Jenderal Achmad Yani menemukan bahwa sifat antimikroba dari ekstrak umbi bawang Dayak yang dioles pada kulit mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staph dan Trichophyton rubrum yang sering terlibat dalam pembentukan luka serta bisul.
Baca  Penelitian EGCG: Efek chemopreventive dari epigallocatechin-3-gallate (EGCG) pada kanker gastrointestinal

Meningkatkan kepadatan tulang wanita menopause

  • Perempuan usia menopause berisiko mengalami osteoporosis alias masalah pengeroposan tulang. Menopause terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu memproduksi hormon estrogen sebanyak di usia muda. Mengutip NHS UK, wanita bisa kehilangan hingga 20% kepadatan tulang mereka dalam lima hingga tujuh tahun setelah menopause.
  • Selain berfungsi mengatur kesuburan, hormon estrogen juga membantu melindungi kekuatan tulang. Itu kenapa ketika kadar estrogen menurun drastis selama menopause dapat menyebabkan hilangnya kepadatan tulang seiring waktu. Kejadian menopause dini bahkan dapat semakin meningkatkan risiko seorang perempuan terhadap pengeroposan tulang.
  • Nah, sebuah penelitian terbitan tahun 2018 dari Departemen Farmakologi & Terapeutik FKUI menemukan bahwa pemberian ekstrak bawang Dayak dalam dosis tinggi (18 mg/200 g) selama 21 hari berturut-turut berpotensi sangat meningkatkan kadar kalsium tulang, berat tulang (massa tulang), dan panjang tulang.
  • Meski begitu, hasil penelitian ini masih terbatas diamati pada tikus lab yang secara sengaja diangkat indung telurnya lewat prosedur ovariektomi untuk menghentikan produksi hormon estrogen dalam tubuh (hipoestrogen).
  • Peneliti berargumen bahwa hasil temuan tersebut dapat menjadi dasar untuk mengembangkan ekstrak umbi bawang Dayak sebagai alternatif obat terapi hormon untuk wanita menopause di masa depan. Masih butuh lebih banyak lagi riset sains mendalam terkait manfaat bawang Dayak yang satu ini.

Menurunkan risiko kanker rahim dan penyakit jantung setelah menopause

  • Manfaat bawang Dayak lagi-lagi nampaknya ditemukan paling berpotensi terhadap berbagai masalah terkait menopause.
  • Penyusutan kadar estrogen dalam tubuh selama dan setelah menopause tidak dapat disangkal akan memengaruhi kesehatan wanita secara umum. Itu kenapa beberapa wanita memilih untuk menggunakan terapi hormon guna mengatasi gejala menopause mereka.
  • Sayangnya, obat terapi hormon seperti tamoxifen dilaporkan dapat meningkatkan risiko kanker rahim pada wanita menopause. Risiko ini muncul karena tambahan hormon estrogen dapat menimbulkan penebalan dinding rahim yang dapat berkembang menjadi kanker rahim. Di sisi lain, terapi hormon estrogen juga dapat meningkatkan kadar lipid dalam darah yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung pascamenopause.
  • Sebuah penelitian berbeda tapi masih dari Universitas Indonesia melaporkan bahwa bawang Dayak kaya akan senyawa aktif bernama eleutherinol yang dapat berikatan kuat dengan reseptor estrogen alfa (ERα). Peneliti menemukan, eleuterinol bisa memicu efek peningkatan hormon estrogen yang mirip dengan obat tamoxifen tapi tanpa diikuti oleh risiko penebalan dinding rahim.
  • Penelitian ini mengamati efek ekstrak bawang sabrang pada tikus yang sudah sengaja dibuat menopause dengan pengangkatan indung telur (ovariektomi). Hasilnya, tikus-tikus menopause ini tidak mengalami penebalan dinding rahim. Ini berarti bawang Dayak tidak meningkatkan risiko kanker rahim layaknya terapi hormon estrogen secara medis.
  • Selain itu, tikus-tikus menopause tersebut juga tidak mengalami peningkatan kadar lipid dalam darah. Ekstrak bawang Dayak justru terlihat menurunkan kadar lipid darah sehingga risiko penyakit jantung pun menurun. Ini menunjukkan bahwa bawang Dayak berpotensi untuk menjadi pengganti terapi hormon estrogen yang lebih aman.
Baca  Teknik penginderaan molekul kecil untuk memahami fungsi teh hijau

Referensi

  • Tiara Dini Harlita,  Oedjijono, Ari Asnani. The Antibacterial Activity of Dayak Onion (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) towards Pathogenic Bacteria. Trop Life Sci Res. 2018 Jul; 29(2): 39–52.  Published online 2018 Jul 6. doi: 10.21315/tlsr2018.29.2.4
  • Ahmad I, Ramadhan AM. In: Ni’mah NM, Rizki MI, editors. The effect of various extraction methods of Dayak onion bulbs (Eleutherine americana. Merr) in rendement values and TLC profiles; Book Proceedings of the National Seminar Pharmacopoeia: Role of Pharmacoeconomics in Pharmaceutical Services; 11 October 2014; Banjarmasin. 2014. pp. 2–6. 
  • Ahmed B. Chemistry of natural products: Steroids. New Delhi: Department of Pharmaceutical Chemistry, Faculty of Science, Jamia Hamdard, New Delhi, India; 2007. 
  • Ajizah A. Sensitivity of Salmonella typhimurium against Psidium guajava L. leaf extract. Bioscientiae. 2004;1(1):31–38. [Google Scholar]
  • Amanda FR. Effectiveness of garlic dayak (Eleutherine palmifolia) extract inhibits the growth of bacteria Escherichia coli. Faculty of Medicine and Health Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University; Jakarta, Indonesia: 2014.
  • Ashshobirin A, Dhartono AP, Ramadhany CA, Taqwim A. Effectiveness of antibacterial extract wood siwak (Salvadora persica) against bacterial growth Porphyromonas gingivalis. Indonesian Dental Student Journal. 2014;2(1):12–23. 
  • Bauer AW, Kirby WM, Sherries JC, Turck M. Antibiotic susceptibility testing by a standardized single disk method. American Journal of Clinical Pathology. 1966;45:493–496. doi: 10.1093/ajcp/45.4_ts.493.
  • Couto CL, Moraes DF, Maria do Socorro SCA, do Amaral FM, Guerra RN. Eleutherine bulbous (Mill.) Urb.: A review study. Journal of Medicinal Plants Research. 2016;10(21):286–297. 
  • Cowan MM. Plant products as antimicrobial agents. Clinical Microbiology Reviews. 1999;12(4):564–582.
  • Cushnie TPT, Lamb AJ. Antimicrobial activity of flavonoids. International Journal of Antimicrobial Agents. 2005;26(5):343–356. doi: 10.1016/j.ijantimicag.2005.09.002.
  • Diana N, Khotimah S, Mukarlina Inhibition of growth by fungus Fusarium oxysporum Schlecht of rice (Oryza sativa L.) using methanol extracts of mekah onion (Eleutherine palmifolia Merr.) bulbs. Jurnal Protobiont. 2014;3(2):225–231. [Google Scholar]
  • Efendi A, Ahmad I, Ibrahim A. Antimitotic effects of onion Dayak (Eleutherine americana (L.) Merr.) extract to egg of pig hair (Tripneustes gratilla Linn.) Jurnal Sains dan Kesehatan. 2015;1(3):99–104. [Google Scholar]
  • Galingging RY. Bawang dayak (Eleutherine palmifolia) as multifunction medicinal plants. Warta Penelitian dan Pengembangan. 2009;15(3):2–4. [Google Scholar]
  • Harborne JB. In: Metode fitokimia: penuntun cara modern menganalisis tumbuhan. 2nd ed. Padmawinata K, Soediro I, translators. [Phytochemical method: A modern guide to analyse plants]. Bandung: ITB Publisher; 1987. [Google Scholar]
  • Kamillah SN. The effectiveness sabrang onion’s bulb extract (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) on the growth of Streptococcus pyogenes. Faculty of Medicine and Health Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University; Jakarta, Indonesia: 2014.
  • Kanazawa A, Ikeda T, Endo T. A novel approach to mode of action of cationic biocides morphological effect on antibacterial activity. Journal of Applied Microbiology. 1995;78(1):55–60.
  • Kuntorini EM, Laurentius HN. Structural development and bioactive content of red bulb plant (Eleutherine americana); A traditional medicines for local Kalimantan people. Biodiversitas. 2010;11(2):102–106. doi: 10.13057/biodiv/d110210.
  • Kuntorini EM, Dewi M, Misrina M. Anatomical structure and antioxidant activity of red bulb plant (Eleutherine americana) on different plant age. Biodiversitas. 2016;17(1):229–233. doi: 10.13057/biodiv/d170133. [CrossRef] [Google Scholar]
  • Lamothe RG, Mitchell G, Gattuso M, Diarra MS, Malouin F, Bouarab K. Plant antimicrobial agents and their effects on plant and human pathogens. International Journal of Molecular Sciences. 2009;10(8):3400–3419. doi: 10.3390/ijms10083400. [PMC free article] [PubMed] [CrossRef] [Google Scholar]
  • Mierza V, Suryanto D, Nasution MP. In: Hutahaean S, Ilyas S, Rahayu S, Berliani K, editors. Screening test phytochemicals and antibacterial effects of ethanol extracts of onion bulbs sabrang (Eleutherine palmifolia Merr.); Proceedings of the National Biology Seminar: Enhancing the Role of Biology in Creating National Achievement with Global Reach; 22 January 2011; North Sumatra, Indonesia. 2011. pp. 340–352. [Google Scholar]
  • Naafi’ah FA. Effectiveness extract of bawang Dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) in inhibiting of Salmonella typhi. Faculty of Medicine and Health Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic University; Jakarta, Indonesia: 2014. Research report. [Google Scholar]
  • Nur AM. Antioxidant capacity of bawang Dayak (Eleutherine palmifolia) in fresh, simplisia and chips from on nonpolar, semipolar and polar solvents. Faculty of Agricultural Technology, Bogor Agricultural University; Bogor, Indonesia: 2011. (Research Report) [Google Scholar]
  • Oedjijono . Isolation and characterization of some bacteria antagonistic to plant pathogenic fungi. University of Tasmania; Australia: 1992. (Unpublished Masters Thesis) (accessed from http://eprints.utas.edu.au/20178) [Google Scholar]
  • Orho SB, Kandou FEF, Pelealu J, Pandiangan D. Resistance test of methanol extracts of Selaginella delicatula and Diplazium Dilalatum against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. Jurnal Ilmiah Sains. 2015;15(1):52–58. [Google Scholar]
  • Pelczar MJ, Chan ECS. Fundamentals of microbiology. Jakarta: Universitas Indonesia Press; 1986. [Google Scholar]
  • Puspadewi R, Adirestuti P, Menawati R. Efficacy Dayak onion (Eleutherine palmifolia (L.) Merr.) bulbs as antimicrobials herbal skin. Kartika Scientific Journal of Pharmacy. 2013;1(1):31–37. [Google Scholar]
  • Radji M. Textbook of medical microbiology: Guide of pharmaceutical and medical student. Jakarta: Medical Book Publisher EGC; 2009. 
  • Syamsul ES, Supomo, Wijaya H, Nugroho BA. Ethanolic extract formulation of bawang tiwai (Eleutherine americana) in antiacne cream. Traditional Medicine Journal. 2015;20(3):149–157. 

Материалы по теме:

Pengolahan dan Jenis Teh Berdasarkan Tingkat Oksidasi
Pengolahan dan Jenis Teh Berdasarkan Tingkat Oksidasi Daun teh Camellia sinensis segera layu dan mengalami oksidasi kalau tidak segera dikeringkan setelah dipetik. Proses pengeringan membuat ...
20 TANAMAN FITOKIMIA DAN TERAPI HERBAL YANG DIREKOMENDASIKAN
Tanaman Fitokimia dan Manfaat Bagi Kesehatan
Baca  Dahsyatnya Epigallocatechin Gallate (EGCG) Dalam Teh Hijau, Pembunuh Kanker Masa Depan Pada Manusia
Banyak dari fitokimia ini memiliki efek menguntungkan pada kesehatan jangka panjang jika dikonsumsi oleh manusia, dan dapat digunakan untuk ...
Terapi Medis dan Terapi Herbal Demam Pada Anak
Daftar Lengkap Terapi Medis dan Herbal Demam Pada Anak Daftar Harga Obat Demam Pada Anak DEMAM BODREXIN/DUS Rp 3.100 BOTOL DEMAM HUFAGRIP TMP Rp 9.000 BOTOL DEMAM TERMOREX ...
9 TANAMAN FITOKIMIA DAN TERAPI HERBAL YANG BANYAK DIPAKAI
10 TANAMAN FITOKIMIA DAN TERAPI HERBAL YANG PENTING DIKETAHUI   Banyak dari fitokimia ini memiliki efek menguntungkan pada kesehatan jangka panjang jika dikonsumsi oleh manusia, dan ...
Penelitian EGCG: Efek Epigallocatechin-3-Gallate pada peradangan saluran napas alergi
Efek Epigallocatechin-3-Gallate pada peradangan saluran napas alergi Berbagai efek menguntungkan dari teh hijau telah dilaporkan. Epigallocatechin-3-gallate (EGCG) adalah komponen utama dari ekstrak teh hijau. Aktivitas ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

× Konsultasi Whatsapp Obat, Chat Di Sini