Eritromisin, antibiotika Pilihan Utama Untuk infeksi Saluran Napas Atas

Spread the love

Eritromisin dihasilkan oleh suatu strain Streptomyces erythreus. Zat ini berupa kristal berwarna kekuningan, larut dalam air sebanyak 2 mg/ml. Eritromisin larut lebih baik dalam etanol atau pelarut organik. Antibiotik ini tidak stabil dalam suasana asam, kurang stabil pada suhu kamar tetapi cukup stabil pada suhu rendah. Aktivitas in vitro paling besar dalam suasana alkalis. Larutan netral eritromisin yang disimpan pada suhu kamar akan menurun potensinya dalam beberapa hari, tetapi bila disimpan pada suhu 5˚ biasanya tahan sampai beberapa minggu.

Erythromycin atau bisa juga disebut eritromisin adalah obat antibiotik golongan makrolid yang memiliki beberapa jenis sediaan obat, mulai dari cairan obat, hingga obat minum berupa tablet. Sama seperti obat-obat antibiotik lainnya, eritromisin bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri di dalam tubuh.

Maka itu, eritromisin digunakan untuk mengatasi berbagai macam infeksi bakteri pada tubuh, seperti: Infeksi kulit, Infeksi saluran pernapasan,  Difteri, Penyakit Legionnaire dan Sifilis. Obat ini juga bisa digunakan untuk mengobati demam rematik pada pasien yang memiliki reaksi alergi akibat pemakaian penisilin atau obat-obatan sulfa.

Eritromisin hanya bisa digunakan untuk mengobati dan mencegah infeksi bakteri saja. Jadi Anda tidak bisa menggunakannya untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh virus, seperti influenza. Jika dipaksakan, penggunaan antibiotik yang tidak tepat atau salah, obat tidak akan bekerja dengan efektif. Obat ini hanya bisa Anda dapatkan dengan resep dokter dan tidak dijual bebas.

MERK DAGANG

Erytromisin, Aknemycin, Arsitrosin  Bannthrocin, Cetathrocin, Corsatrocin, Decathrocin, Erira, Eritromec, Erphatrocine, Erybiotic, Erycoat forte, Eryderm, Erymed, Erymed plus, Eryprima, Erysanbe , Erythrin, Erythrocin, Erythrocin E.E.S, Hoprin, Jeracin, Kemothrocin, Konithrocin, Medoxin, Opithrocin, Pharothrocin, Rythron, Tamaret, Throcidan, Tromilin, Zapphire Alphathrocin, Althrocin, Bannthrocin, Camitrosin, Camitrosin Syr, Cetathrocin, Cetathrocin Syr, Comthrocyn, Comthrocyn Syr, Corsatrocin, Corsatrocin Syr, Decathrocin, Dexythrocin, Dothrocyn, Dumotrycin, E-mycin, Ebalin, Eritromec, Erphatrocin, Erybin, Erybiotic, Eryka, Erysanbe, Erysil, Erythrin, Erythrocin, Expoticin, Ikatrocin, Kalthrocin, Kemothrocin, Kenthrocin, Konithrocin, Leothrocin, Lidecin, Medoxin, Narlecin, Opithrocin, Pharothrocin, Phylocin, Primacine, Primathrocin, Puricin, Rythron, Scanthrocin, 

KOMPOSISI 

  • Kapsul : Tiap kapsul mengandung Eritromisin
  • Stearat yang setara dengan 250 mg Eritromisin.
  • Kaplet salut selaput : Tiap kaplet salut selaput mengandung Eritromisin Stearat yang setara dengan 500 mg Eritromisin.
  • Tablet kunyah : Tiap tablet kunyah mengandung Eritromisin Etilsuksinat yang setara dengan 200 mg Eritromisin.
  • Sirop kering : Setelah penambahan air minum.tiap 5 ml mengandung Eritromisin Etilsuksinat yang setara dengan 200 mg Eritromisin.

FARMAKOLOGI

  •  AKTIVITAS MIKROBA Golongan makrolid menghambat sintesis protein kuman dengan jalan berikatan secara reversible dengan ribosom subunit 50S, dan bersifat bakteriostatik atau bakterisid tergantung dari jenis kuman dan kadarnya. Spektrum antimikroba. In vitro, efek terbesar eritromisin terhadap kokus gram positif, seperti Str. Pyogenes dan Str. Pneumoniae. Str. Viridans mempunyai kepekaan yang bervariasi terhadap eritromisin. S. aureus yang resisten terhadap eritromisin serin dijumpai di rumah sakit (strain nosokmial). Batang gram positif yang pka terhadap eritromisin ialah Cl. Perfringens, C. Diphtheriae, dan L. monocytogenes. Eritromisin tidak aktif terhadap kebanyakan kuman gram negatif, namun ada beberapa spesies yang sangat peka terhadap eritromisin yaitu N. Gonorrhoeae, Campylobacter jejuni, M. Pneumoniae, Legionella pneumophila, dan C. Trachomatis. H. Influenzae mempunyai kepekaan yang bervariasi terhadap obat ini.
  • Eritromisin bekerja dengan cara menghambat sintesa protein tanpa mempengaruhi sintesa asam nukleat.
  • Pada pemakaian per oral Eritromisin cepat diabsorpsi. terutama bila perut kosong,Setelah diabsorpsi, Eritromisin terdifusi ke dalam cairan tubuh dan akan dicapai kadar terapi yang efektif dari Eritromisin dalam darah selama 6 jam.
  • Resistensi terhadap eritromisin terjadi melalui 3 mekanisme yang diperantarai oleh plasmid yaitu: 1.Menurunnya permeabilitas dinding sel kuman, 2.Berubahnya reseptor obat pada ribosom kuman, dan 3.Hidrolisis obat oleh esterase yang dihasilkan oleh kuman tertentu (Enterobacteriaceae)
  • FARMAKOKINETIK 1.Pemberian Eritromisin basa dihancurkan oleh asam lambung sehingga obat ini diberikan dalam bentuk tablet salut enterik atau ester. Semua obat ini diabsorpsi secara adekuat setelah pemberian per-oral. 2.Distribusi Distribusi eritromisin ke seluruh cairan tubuh baik kecuali ke cairan sebrospinal. Obat ini merupakan satu di antara sedikit antibiotik yang bedifusi ke dalam cairan prostat da mempunyai sifat akumulasi unit ke dalam makrofag. Obat ini berkumpul di hati. Adanya inflamasi menyebabkan penetrasinya ke jaringan lebih baik. 3.Metabolisme Eritromisin dimetabolisme secara ekstensif dan diketahui menghambat oksidasi sejumlah obat melalui interaksinya dengan sistemsitokrom P-450. 4.Ekskresi Eritromisin terutama dikumpulkan dan diekskresikan dalam bentuk aktif dalam empedu. Reabsorpsi parsial terjadi melalui sirkulasi enterohepatik.
Baca  Miris, Hampir Semua Pengobatan Covid19 Yang Pernah Diberikan Di Indonesia Terbukti Tidak Bermanfaat

INDIKASI DAN PENGGUNAAN KLINIS

  • Infeksi Mycoplasma pneumoniae Eritromisin yang diberikan 4 kali 500 mg sehari per oral mempercepat turunnya panas dan mempercepat penyembuhan sakit.
  • Penyakit Legionnaire Eritromisin merupakan obat yang dianjurkan untuk pneumonia yang disebabakan oleh Legionella pneumophila. Dosis oral ialah 4 kali 0,5-1 g sehari atau secara intravena 1-4 g sehari.
  • Infeksi Klamidia Eritromisin merupakan alternatif tetrasiklin untuk infeksi klamidia tanpa komplikasi yang menyerang uretra, endoserviks, rektum atau epididimis. Dosisnya ialah 4 kali sehari 500 mg per oral yang diberikan selama 7 hari. Eritromisin merupakan obat terpilih untu wanita hamil dan anak-anak dengan infeksi klamidia.
  • Difteri Eritromisin sangat efektif untuk membasmi kuman difteri baik pada infeksi akut maupun pada carrier state. Perlu dicatat bahwa eritromisin maupun antibiotik lain tidak mempengaruhi perjalanan penyakit pada infeksi akut dan komplikasinya. Dalam hal ini yang penting antitoksin.
  • Infeksi streptokokus Faringitis, scarlet fever dan erisipelas oleh Str. Pyogenes dapat diatasi dengan pemberian eritromisin per oral dengan dosis 30 mg/kg BB/hari selama 10 hari. Pneumonia oleh pneumokokus juga dapat diobati secara memuaskan dengan dosis 4 kali sehari 250–500 mg.
  • Infeksi stapilokokus Eritromisin merupakan alternatif penisilin untuk infeksi ringan oleh S. Aureus (termasuk strain yang resisten terhadap penisilin). Tetapi munculnya strain-strain yang resisten telah mengurangi manfaat obat ini. Untuk infeksi berat oleh stafilokokus yang resisten terhadap penisilin lebih efektif bila digunakan penisilin yang tahan penisilinase (misalnya dikloksasilin atau flkloksasilin) atau sefalosporin. Dosis eritromisin untuk infeksi stafilokokus pada kulit atau luka ialah 4 kali 500 mg sehar yang diberikan selama 7-10 hari per oral.
  • Infeksi Campylobacter Gastroenteritis oleh Campylobacter jejuni dapat diobati dengan eritromisin per oral 4 kali 250 mg sehari. Dewasa ini fluorokuinolon telah menggantikan peran eritromisin untuk infeksi ini.
  • Tetanus Eritromisin per oral 4 kali 500 mg sehari selama 10 hari dapat membasmi Cl. tetani pada penderita tetanus yan alergi terhadap penisilin. Antitoksin, obat kejang dan pembersih luka merupakan tindakan lain yang sangat penting.
  • Sifilis Untuk penderita sifilis stadium diniyang alergi terhadap penisilin, dapat diberikan eritromisin per oral dengan dosis 2-4 g sehari selama 10-15 hari.
  • Gonore Eritromisin mungkin bermanfaat untuk gonore diseminata pada wanita hamil yang alergi tehadap penisilin. Dosis yang diberikan ialah 4 kali 500 mg sehari yang diberika selama 5 hari per oral. Angka relaps hampir mencapai 25 %
  • Penggunaan profilaksis Obat terbaik untuk mencegah kambuhnya demam reumatik ialah penisilin. Sulfonamid dan eritromisin dapat dipakai bila penderita alergi terhadap penisilin. Eritromisin juga dapat dipakai sebagai pengganti penisilin untuk penderita endokarditis bakterial yang akan dicabut giginya. Dosis eritromisin untuk keperluan ini ialah 1 g per oral yang diberikan 1 jam sebelum dilakukan tindakan, dilanjutkan dengan dosis tunggal 500 mg yang diberikan 6 jam kemudian.
  • Pertusis Bila diberikan pada awal infeksi, eritromisin dapat mempercepat penyembuhan.
  • Infeksi saluran pernapasan bagian atas ringan sampai sedang yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes (Streptococci p-Hemolitik Group A), Streptococcus pneumonlae (Diplococcus pneumoniae), Haemophilus influenzae.
  • Infeksi saluran pernapasan bagian bawah ringan sampai agak berat yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes (Streptococci p-Hemolitik Group A), Streptococcus pneumoniae (.Diplococcus pneumoniae).
  • Infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh Mycoplasma pneumoniae.
  • Pertusis yang disebabkan oleh Bordetella pertussis.
  • Infeksi kulit don jaringan lunak ringan sampai agak berat yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes, Staphylococcus aureus.
Baca  Penelitian Terkini : Antibiotika Azitromisin Tidak Direkomendasikan Untuk Penanganan Covid19, Tak Terbukti Bermanfaat

KONTRA-INDIKASI

  • Hipersensitif terhadap Eritromisin.

EFEK SAMPING

  • Gangguan pada saluran pencernaan seperti mual. muntah, diare.
  • Gangguan epigastrik Efek samping ini paling sering dan dapat mengakibatkan ketidakpatuhan pasien terhadap eritromisin.
  • Ikterus Kolestatik Efek samping ini terjadi terutama pada eritromisin estolat. Reaksi ini timbul pada hari ke 10-20 setelah dimulainya terapi. Gejalanya berupa nyeri perut yang menyerupai nyeri pada kolestasis akut, mual, muntah, kemudian timbul ikterus, demam, leukositosis dan eosinofilia; transaminase serum dan kadar bilirubin meninggi; kolesitogram tidak menunjukkan kelainan.
  • Ototoksisitas Ketulian sementara berkaitan dengan eritromisin terutama dalam dosis tinggi.
  • Reaksi Alergi Reaksi alergi mungkin timbul dalam bentuk demam, eosinofilia dan eksantem yang cepat hilang bila terapi dihentikan.
  • Reaksi-reaksi kepekaan seperti urtikaria, ruam kulit, reaksi anafilaksis dapat terjadi pada penderita yang hiper-sensitivitas.
  • Pengobatan ddlam jangka waktu lama mungkin me-nimbulkan superlnfeksi.
  • Kadang-kadang terjadi gangguan pendengaran jika digunakan pada dosis besar, penderita gagal ginjal atau penderitd lanjuf usia.
  • Pernah dilaporkan terjadi kolitis pseudomembran.

PERHATIAN

  • Eritromisin harus digunakan dengan hati-hati pada wanita hamil dan penderita dengan ganggudn fungsi hati.
  • Penggunaan jangka panjang atau berulang-ulang da-pat menyebabkan pertumbuhan yang berlebihan dari bakteri yang tidak peka atau fungi.
  • Bila terjadi superinfeksi hentikan penggunaan dan ganfi dengan pengobatan yang sesuai.
  • Hatl-hati pemberian pada ibu yang menyusui karena Eritromisin diekskresikan ke dalam ASI.
  • Hati-hati pemberian pada penderita gangguan ginjal.

INTERAKSI OBAT

  • Eritromisin dengan obat asma (turunan teofilin) Efek obat asma dapat meningkat. Obat asma digunakan untuk membuka jalan udara paru-paru dan untuk mempermudah pernapasan penderita asma. Akibatnya: terjadi efek samping merugikan karena terlalu banyak obat asma. Gejala yang dlaporkan: mual, salit kepala, pusing, mudah terangsang, tremor, insomnia, aritmia jantung, takhikardia, dan kemungkinan kejang.
  • Eritromisin dengan Karbamazepin Efek karbamazepin dapat meningkat. Karbamazepin adalah antikonvulsan yang digunakan untuk mengendalikan kejang pada gangguan seperti ayan. Akibatnya: terjadi efek samping merugikan yang disebabkan karena terlalu banyak karbamazepin. Gejala yang dilaporkan: pusing, mual, nyeri perut, dan nanar.
  • Eritromisin dengan Digoksin Efek digoksin meningkat. Digoksin digunakan untuk layu jantung dan untuk menormalkan kembali denyut jantung yang tak teratur. Akibatnya: terjadi fek samping merugikan karena terlalu banyak digoksin. Gejala yang dilaporkan: mual, kehilangan nafsu makan, aritmia jantung, takhikardia atau bradikardia.
  • Erirtromisin dengan Klindamisin atau Linkomisin Efek antibiotik klindamisin dan linkomisin dapat berkurang. Akibatnya: infeksi yang diobati mungkin tidak sembuh seperti yang diharapkan.
  • Erirtromisin dengan Antibiotik penisilin Efek masing-masing antibiotik dapat meningkat atau berkurang. Karena akibatnya sulit diramalkan, sebaiknya kombinasi ini dihindari.
  • Teofilin: mengurangi bersihan dan meningkat-kan level serum teofilin, terutama pada dosis besar.
  • Karbamazepin: meningkatkan toksisitas karba-mazepin.
  • warfarin/antikoagulan oral: dapat memper-panjang waktu pembentukan protrombin dan kemung-kinan perdarahan.
  • Digoksin: meningkatkan level serum digoksin.
Baca  KONSULTASI : Bagaimana minum antibiotik berkontribusi pada resistensi antibiotik?

DOSIS

  • Anak-anak sampai 20 kg : 30-50 mg/kg berat badan/hari dibagi dalam jumlah yang sama tiap 6 jam.
  • Dewasa dan anak-anak diatas 20 kg : 1 kapsul ERY”,250 tiap 6 jam atau 1 kaplet ERITROMISIN® 500 tiap 12 jam (sebaiknya sebelum makan).
  • Eritromisin Kapsul/tablet 250 mg dan 500 mg Dewasa: 1-2 g/hari, dibagi dalam 4 dosis Anak: 30–50 mg/kg berat badan sehari dibagi dalam 4 dosis
  • Dosis dapat ditingkatkan 2x lipat pada infeksi berat Obat diberikan sebelum makan Eritromisin stearat Kapsul 250 mg dan tablet 500 mg Suspensi oral mengandung 250 mg/5 ml
  • Dewasa: 250–500 mg tiap 6 jam atau 500 mg tiap 12 jam
  • Anak: 30–50 mg/kg berat badn sehari dibagi dalam beberapa dosis Idem Eritromisin etilsuksinat
  • Tablet kunyah 200 mg
  • Suspensi oral mengandung 200 mg/5 ml dalam botol 60 ml
  • Tetes oral mengandung 100 mg/2,5 ml dalam botol 30 ml
  • Dewasa: 400–800 mg tiap 6 jam atau 800 m tiap 12 jam
  • Anak: 30–50 mg/kg berat badan sehari dibagi dalam beberapa dosis Obat tidak perlu diberikan sebelum makan
loading...

www.obatonline.com

Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2020, www.obatonline.com INFO ONBAT INDONESIA,  Information Education Network. All rights reserved

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *